Articles

Ingin Ajak Anak Berolahraga? Pilih yang Sesuai dengan Usianya, Yuk!

Ingin Ajak Anak Berolahraga? Pilih yang Sesuai dengan Usianya, Yuk!

Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dapat memicu hormon pertumbuhan pada anak. Maka, salah satu cara untuk menambah tinggi badan anak adalah dengan meminta si kecil bergerak sesering mungkin. Biasanya anak akan melakukan kegiatan olahraga secara teratur di sekolah atau klub. Namun bila si balita belum bersekolah, Ayah dan Ibu tak boleh lupa mengajak anak berolahraga setiap hari.

Nah, sebelum mengajak dia beraktivitas fisik, orangtua mesti memahami aturan berolahraga untuk anak. Pertama, waktu yang dibutuhkan untuk anak beraktivitas fisik paling tidak 2 jam per hari. Kedua, jenis olahraga harus disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak. Anak usia dini hanya bisa menguasai kemampuan motorik sederhana. Saat usia anak semakin bertambah, keterampilan fisiknya berkembang sehingga bisa melakukan variasi gerakan yang lebih kompleks. Menurut artikel Why Most Kids Quit Sports, berikut panduan memilih olahraga untuk anak sesuai tahapan usia mereka:

  • Olahraga untuk Anak Usia Balita
    Olahraga untuk anak usia dini adalah aktivitas fisik sederhana seperti lari, melompat, lempar–tangkap, dan menendang. Semua kegiatan harus dibarengi dan diakhiri dengan tertawa bersama. Sebab, olahraga untuk balita seharusnya menjadi kegiatan menyenangkan tanpa terkekang aturan. Biarkan dia bergerak bebas tanpa harus mencapai target atau score tertentu. Kegiatan olahraga untuk balita juga harus disesuaikan dengan tahapan keterampilan yang dikuasainya.
  1. Pada umur 1,5 tahun, anak baru bisa berjalan dan berlari meskipun sesekali terjatuh. Orang tua bisa mengajak anak berolahraga dengan berjalan santai atau berlari kecil. Bila aktivitas ini dilakukan di luar rumah, jangan lupa selalu mengenakan celana panjang agar anak tidak terluka saat terjatuh.
  2. Di usia 2 tahun, kemampuan anak berjalan dan berlari akan semakin mahir. Dia pun akan mulai menguasai cara melompat dan berdiri dengan satu kaki. Sehingga si kecil bisa melakukan aktivitas fisik yang lebih bervariasi dan dipadukan dengan permainan. Anda bisa mengajak anak mengejar mainan, mendorong ayunan dan bermain lompat kodok.
  3. Pada usia 4-5 tahun, anak mulai mengenal aturan walaupun tidak mengikutinya setiap saat. Sehingga dia mulai dapat dajak bermain dalam permainan yang lebih terstruktur. Salah satu permainan yang bisa diajarkan pada anak adalah bowling dengan bola dan pin plastik. Permainan ini akan mengasah kemampuan motorik anak, khususnya komponen koordinasi, ketepatan, dan keseimbangan.

game perkembangan anak

  • Olahraga untuk Anak Usia 6-9 tahun
    Pada usia 6 tahun, anak mulai bisa berkonsentrasi pada jangka waktu tertentu. Selain itu, anak juga memiliki kemampuan transisional seperti melempar benda ke sasaran dengan jarak tertentu. Artinya, pada usia ini, anak mulai bisa mengendalikan tenaga. Beberapa olahraga yang cocok untuk anak usia 6-9 tahun antara lain renang, lompat tali, monkey bar, senam, tenis, dan beladiri. Berikut manfaat beberapa jenis olahraga untuk anak usia 6-9 tahun.
  1. Renang
    Renang merupakan olahraga kardiovaskular yang baik untuk meningkatkan denyut jantung, melancarkan sirkulasi darah dan membangun kekuatan otot. Selain itu, kegiatan ini juga akan membentuk tubuh anak sehingga tidak tampak gemuk dan bungkuk. Aktivitas ini menjadi salah satu favorit pilhan anak-anak karena pada dasarnya mereka suka bermain air.
  2. Lompat Tali
    Ketika kemampuan anak melompat dan mendarat sudah mantap, orangtua bisa mengajaknya bermain lompat tali. Si kecil bisa menggunakan tali skipping atau karet yang dijalin sehingga menyerupai tali panjang saat melakukan permainan ini. Saat anak melompat di antara tali yang berputar, maka dia tengah membakar kalori, melatih otot tubuh, serta mengoptimalkan pertumbuhan tulang belakang, tulang paha, dan tungkai.
  3. Monkey Bar
    Permainan monkey bar dilakukan dengan cara bergelantungan di tiang besi. Saat melakukan monkey bar selama 10 detik, maka kekuatan otot tangan dan lengan akan lebih terlatih. Selain itu, pada posisi menggantung, berat badan anak akan menarik tulang belakang sehingga lurus dan tegak.
  • Olahraga untuk Usia 10 tahun
    Pada usia 10 tahun, kemampuan penglihatan, koordinasi, dan keseimbangan anak semakin mantap. Mereka bahkan mulai bisa mengatur strategi. Maka, jenis olahraga yang dilakukan bersama anak lain dalam satu tim sangat cocok untuk dia. Biarkan ia bermain bola, basket, atau voli di lapangan agar badannya selalu sehat. Berikut manfaat dari beberapa jenis olahraga untuk si kecil.
  1. Basket
    Saat bermain basket, anak akan melakukan berbagai variasi gerakan seperti lari, lempar-tangkap bola, dan melompat. Dengan demikian seluruh tubuh anak bergerak aktif dan membuat badannya menjadi bugar. Selain itu, dia akan belajar mengatur tenaga saat melempar bola ke sasaran ring.Permainan basket yang dilakukan bersama tim juga akan mengasah keterampilan sosial. Dia akan belajar bekerja sama dan menahan diri untuk tidak egois. Sementara itu otaknya juga akan terasah karena anak dituntut untuk bisa mengatur strategi terbaik. Dia juga berlatih mengambil keputusan cepat saat mengoper bola.
  2. Lompat Trampolin
    Lompat di atas trampolin adalah kegiatan yang seru sekaligus menyehatkan. Aktivitas fisik ini dapat melatih kesehatan jantung dan otot, terutama tungkai dan perut. Lompat trampolin juga bisa menjadi pilihan mengatasi obesitas pada anak. Dengan melakukan olahraga ini secara rutin selama 30 menit, 3-4 kali sepekan, maka lemak dan kalori yang ada dalam tubuh akan terbakar.

Olahraga ini bisa memperbaiki fleksibilitas dan keseimbangan tubuh anak. Aktivitas melompat di atas trampolin juga dapat meningkatkan kepadatan dan menguatkan tulang, memperkuat sendi, dan memperbaiki postur. Selain itu kemampuan motorik anak juga semakin meningkat.

Agar tubuh selalu bugar dan anak ceria, ajaklah ia melakukan olahraga yang disukainya, setiap hari. Selain itu, Ibu juga bisa menyajikan HiLo School untuk membantu anak tumbuh lebih tinggi, sehat, dan aktif. Susu yang tinggi kalsium dan rendah lemak ini tersedia dalam rasa vanilla, vanilla vegiberi, dan madu yang pasti disukai si kecil. Sebab, olahraga dan nutrisi yang lengkap akan membuat anak anak tumbuh ke atas, nggak ke samping.

Baca juga: Cara Agar Cepat Tinggi Secara Alami
Sumber tulisan:

http://lifestyle.okezone.com/read/2009/09/03/196/254135/jenis-olahraga-sesuai-usia
http://www.sheknows.com/parenting/articles/1107555/age-appropriate-sports-for-kids
http://www.familyeducation.com/life/good-sportsmanship/why-most-kids-quit-sports
https://www.klikdokter.com/rubrikspesialis/alergi-anak/serbaserbi-alergi-anak/serunya-bermain-trampolin-dengan-anak
http://family.fimela.com/anak/cerdas-aktif/manfaat-les-berenang-bagi-tumbuh-kembang-anak-klik-130614h-page1.html
http://doktersehat.com/manfaat-olahraga-lompat-tali-skipping/
http://www.parenting.co.id/balita/olahraga+untuk+postur+tubuh+ideal
http://www.verticaljumping.com/benefits_of_box_jumps.html

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz

Top